Untuk Kalian yang ‘Gagal’ di OSN

Kamu adalah 1 dari 7 Miliar penduduk di dunia

Kamu adalah 1 dari 255 juta penduduk di indonesia

Kamu adalah 1 dari 4 juta murid SMA di Indonesia

Kamu adalah salah satu siswa terbaik di Sekolahmu

Kamu adalah salah satu siswa terbaik di Kotamu

Kamu adalah salah satu siswa terbaik di Provinsimu

 

Dan sekarang kamu akan berlomba untuk menjadi siswa terbaik di Negeri ini

 

Lalu apa karna kamu kalah dalam perlombaan kali ini kamu menjadi seorang pecundang ??

 

Apakah Kamu yang kalah ini menjadi yang paling bodoh di antara 4 juta murid SMA ?

Apakah Kamu yang kalah ini menjadi yang paling memalukan di antara 255 juta penduduk di indonesia ?

Apakah Kamu yang kalah ini menjadi yang paling PECUNDANG di antara 7 miliar penduduk di dunia?

 

Egois sekali makhluk yang bernama manusia itu…

Apakah Kamu lupa saat kamu masih tidak mengerti apa apa dan melihat idolamu sedang bertanding di OSN..

Saat itu kamu berpikir suatu saat nanti kamu akan menjadi dia yang dapat bertarung di OSN

Sekarang kamu telah menjadi ia yang bertarung di OSN

Dan sekarang kamu lupa akan kenangan itu ?

Kamu lupa kamu berada pada posisi yang sama dengan idolamu

APAKAH KAMU LUPA ???

 

Banyak sekali orang yang sekarang menjadi dirimu yang dulu..

Yang ingin mencicipi pengalaman bertarung di ajang Nasional

 

Pengalaman itu sangatlah penting..

Apakah kamu tau yang membedakan kamu dengan orang orang yang jauh lebih pintar denganmu ?

Apakah karna ia memang terlahir dengan iq yang tinggi ?

Apakah dia lahir di lingkungan yang lebih baik dari kamu ?

Apakah karna bla bla bla dan ratusan dan ribuan alasan lain yang terlintas dalam otakmu ??

 

yang membedakannya adalah pengalaman..

 

Syukuri apa yang telah kamu dapatkan kali ini ..

 

Mau Kamu menjadi 30 terbaik ataupun tidak

 

Kamu tetaplah Seorang Pemenang

 

Seorang pemenang yang akan meraih mimpinya dengan pengalaman berharga yang telah ia dapatkan

 

Tuhan Pasti memberikan yang terbaik bagi hambanya !!!

 
 

-Reynaldo Wijaya H.

 

Kalian Perlu Bertanya pada hari Ini,

“Pantaskah kalian disini?” 

Jika jawabannya “ya”, 

kalian adalah orang yang SPESIAL

Advertisements

Mama, Seputih Melati




Kau bunga di tamanku

di lubuk hati ini
Mama, ia tumbuh dengan indah di hatiku. Memberikan kenyamanan yang tiada tara di kehidupan ini. Didekat mama, aku merasa tenang, merasa lebih berwarna. Mama akan selalu berbunga di hatiku, di lubuk hati ini.

Mekar dan kian mewangi

melati pujaan hati,
Mama selalu mekar, hatinya, senyumannya, merekah. Kebaikannya bagaikan wewangian, semerbak, harum, sehingga setiap orang pun merasa nyaman berada di dekatnya. Mama menjadi pujaan bagi hati kami, menjadi tempat bersandar ketika anaknya bersedih. Menjadi pujaan bagi suaminya, melayani dengan sepenuh hati.

Bersemilah sepanjang hari

mewarnai hidupku
Mama selalu melakukan hal terbaik, setiap hari, sepanjang hidup kami. Ia bagaikan pelangi, warna-warni, beragam. Namun, tetaplah indah, mewarnai setelah kemendungan datang dalam hidup kami, anak-anaknya.

Agar dapat kusadari

artimu bagiku

Tetaplah bersama kami, di kehidupan kami. Semakin lama, kami akan menyadari arti mama dalam hidup kami. Betapa indahnya memiliki seorang mama. Betapa pentingnya mama dalam hidup kami.

Kau melati,

putih dan bersih

Mama bagaikan bunga melati. Hatinya putih lagi bersih. Hatinya tulus menyayangi, tulus membantu, tanpa mengharap kembali. Jiwanya bersih, tak ada dendam, tak ada noda, bersih.

Kau tumbuh diantara belukar berduri
Masa kecil mama, belukar berduri. Tak seindah kami. Tak seberentung kami. Masa kecilnya, penuh perjuangan, penuh tragedi. Namun, mama tetap tumbuh, indah, wangi.

Seakan tak perduli lagi
Meski dalam hidupmu kau hanya memberi
Mama tak pernah mengharapkan apapun terhadap apa yang ia berikan. Ia memberi banyak hal. Kasih sayang, pengorbanan, kehidupan. Ia tak marah, tak peduli apabila kami belum dapat membalas kebaikannya. Mama, tanpa pamrih.

Kau tebar harum sebagai tanda 
cinta yang tlah kau hayati
Teruskan tebarkan kebaikanmu, Ma.  Kami pun akan terus menebarkan kasih sayang kami kepada mama. Sebagai tanda sayang kami kepada mama.

di sepanjang waktu

Temani kami, bimbing kami, sepanjang waktu, sepanjang hidup kami. Kami akan terus membutuhkan kasih sayang mama, sepanjang waktu.