Chelien Kurniah Alfatrian

Aku bukanlah salah satu teman akrab atau sahabat Chelien. Tapi Chelien adalah orang yang sangat penting dan tidak akan kulupakan samapai kapanpun. Semoga Chelien suka, ya.

Awal kenal Chelien itu ketika kami sekamar masa MOS dan juga Latdis. Jadi, Chelien ini adalah teman sejak awal SMA dan hingga sekarang. First impression untuk Chelien adalah ramah dan lincah. Dan itu memang benar. Ranjang Chelien ada di bawahku (bertingkat dua). Jadi, akan sangat terasa kalau Chelien gerak-gerak pas tidur, ahaha.

Chelien adalah pemilik alarm yang sangat menggelegar. Berkat alarm milik Chelien, kami tidak akan telat di pagi hari. Cukup banyak kenangan tak terlupakan masa MOS dan latdis bersama Chelien. Masa dimana kami saling membangunkan, mengingatkan perlengkapan, bergiliran ke kamar mandi, dimarahin, dsb. Aku sangat kangen masa-masa itu, tapi bukan berarti aku ingin mengulangnya, tidak, hehehe.

Aku juga satu kelompok dengan Chelien ketika homestay. Diriku menjadi teringat masa-masa di rumah ibu angkat bersama Kak Uit sebagai senior pendamping, rindu sekali. Masa dimana kita berjalan ke sawah bapak yang jaraknya 2 km ya kalo ga salah. Haduh, capek banget waktu itu. Tapi masa itu sangat indah dikenang.

Masa-masa pahit asrama di tiga bulan pertama juga kulalui bersama Chelien. Mulai dari buka puasa, sahur, latdis, mandi lumpur, dsb. Kami saling mengingatkan dan memberi semangat. Yang paling kuingat dari Chelien adalah dia selalu memarahi kami kalau makan sambil berbicara, heheh. Kekompakan yang tiada tara harus kami lakukan untuk menyelamatkan diri dari cobaan mos, latdis, dan homestay. Mulai dari berbagi air untuk mandi, tugas piket, menghemat air minum, cepat-cepat mandi supaya yang lain tidak telat, dsb.

Momen yang paling kuingat adalah ketika kami diam-diam makan di malam hari. Padahal itu sudah hampir jam 9 dan kami disuruh piket. Tiba-tiba salah satu senior kami memergoki kami yang sedang makan bersama di lantai. Kakak itu memarahi kami karena belum piket. Itu adalah pertama kalinya kamar kami dimarahi oleh senior. Masa yang lain juga ketika aku lupa membawa name-tag. Gawat sekali urusannya kalau itu terlupa. Untungnya Chelien mengingatkanku, hehehe.

Setelah 3 bulan, kami akhirnya rolling. Aku ga sekamar lagi dengan Chelien, hihiw. Sejak saat itu aku memanggil Chelien dengan sebutan “mami”. Karena aku merasa selama tiga bulan ini dia sepeti ibu yang selalu mengingatkanku dan menasihatiku, hihihi.

Kedekatan kami makin erat ketika berbagai kegiatan ekskul, yaitu kirana. Ada berbagai hal dan kejadian yang kian mempersatukan kami. Kami saling support satu sama lain. Hingga akhirnya Chelien terpilih sebagai ketua kirana. Bangga sekali diriku, hihiw.

Aku dan Chelien juga seringkali duduk bersebelahan ketika tadarus di masjid. Di sana kami saling ganggu dan menjahili. Terkadang kami ketiduran dan dimarahi pembina asrama. Aduh, aku kangen sekali momen itu.

Bagi kami yang berhalangan untuk shalat, kami berkumpul di teras masjid agar tetap terkontrol oleh pembina. Cukup sering kami berdua berkumpul di teras masjid. Biasanya kami belajar, tidur, atau mengobrol.

Chelien adalah orang tertegar yang pernah aku temuin. Orang yang paling ceria dalam kondisi apapun. Sangat bijak dalam mengatasi masalah. Tidak heran kan kalau dia jadi ketua ekskul. Aku sangat terinspirasi terhadap Chelien. Keceriaannya membuatku sadar bahwa apapun yang terjadi di dunia ini, kita harus selalu merasa bersyukur dan bahagia  🙂

Ohiya, ulang tahun kami berddekatan, loh. Aku lahir tanggal 27 maret 1999. Sedangkan Chelien lahir tanggal 28 maret 2000. Ya, Chelien lebih muda dariku. Tapi tetap saja aku menyebutnya mami, hingga akhornya teman-temanku yang lain ikut-ikutan memanggilnya mami. Tapi aku tetap her first daughter, kok, heheh.

14604  14605

Chelien sebagai Peri Bintangku

Hal yang tidak akan pernah aku lupakan adalah bahwa karena Chelianlah aku bisa menggapai impian terbesarku di kelas 11. Chelien adalah orang yang pertama kali mencetuskan kata astronomi dalam hidupku. Tanpanya, mungkin tidak pernah terbesit dalam pikiranku untuk mengikuti seleksi olim astronomi di sekolah.

Dia yang kala itu melihatku sangat menyukai pelajaran matematika dan fisika tiba-tiba menyarankanku untuk mengikuti tes seleksi untuk menjadi tim olim astronomi di sekolah. Kata itu sangat asing bagiku. Pernah sekali dua kali mendengar. Tapi, aku mengira astronomi adalah ilmu hafalan yang sangat tidak cocok denganku. Tapi aku salah, ternyata astronomi itu adalah menghitung.

Aku mulai mempertimbangkan saran Chelien. Hingga akhirnya aku cari tau lebih lanjut tentang olim astronomi, dan aku tertarik. Sejak itu, aku berpaling dari olim matematika yang menolakku di tahun lalu. Aku mulai belajar sedikit demi sedikit untuk menghadapi tes seleksi di sekolah.

Hingga akhirnya aku lolos osk dan menuju osp. Disanalah puncak keputusasaanku. Aku merasa tidak kompeten. Aku sangat lelah dan ingin berhenti berjuang karena keadaan yang kian menghujam dan membuatku ingin menyerah. Ketika pelatihan di bogor, aku sakit, peringkatku jauh terpelanting, aku merasa sangat putus asa dan pasrah karena merasa tidak mungkin untuk lolos OSP. Malam itu, satu hari sebelum pulang ke Palembang. Aku curhat panjang lebar ke Chelien. Aku yang semula telah memutuskan untuk menyerah, kemudian bangkit lagi karena perkataan Chelien. Saat itu adalah H-7 menuju OSP, dan aku baru bangkit.

Sepulangnya dari Bogor, aku melahap semua buku astronomi dan mengejar ketertinggalan materi. Dan, aku lolos lagi. Sejak itu aku menjukukinya peri bintang karna telah menyelamatkanku, eaaaa.

Dear Chelien,

Mungkin aku mulai kehabisan kata-kata untuk menggambarkan betapa berartinya nasihat-nasihatmu. Cerita di atas mungkin hanya sebagian kecil nasihat yang pernah kamu lontarkan untukku. Semua nasihatmu begitu bijak dan mengena. Terkadang aku menggunakan prinsipmu dalam bersikap. Prinsip bagaimana berteman, bersahabat, mengatasi masalah dan kesedihan, mengatasi keputusasaan, dan masih banyak lagi.

Aku tau, mungkin kamu merasa biasa saja terhadap apa yang telah kamu lakukan. Tapi percaya deh, siapapun yang jadi aku, pasti akan sangat berterimakasih.

Tetaplah menjadi yang terhebat, yang terbaik dalam bidang apapun. Aku percaya, kamu akan menjadi berlian dimanapun berada. Tetap jalankan prinsip yang kamu miliki. Jangan pernah menyerahdan putus asa. Mungkin hanya dengan tulisan ini aku bisa berterimakasih sekaligus mengenangmu. Kamu sangat menginspirasi. Tetap ceria ya, Mamiku. Semoga kesuksesan selalu menyertaimu. Jangan pernah lupakan aku yang hanya serpihan debu di hidupmu~

Minggu, 9 April 2017 (Satu hari sebelum UN)

your first daughter

Advertisements

Zhafira Firdinina

Lovely tetangga, nih.

Zhafira tuh kamarnya palingan sekitar 100 cm dari kamar aku. Jadi bisa teriak dikit aja untuk ngobrol sama Zhafira, cieelah. Zhafira itu orangnya pendiam dan sabar menghadapi kejahilanku. Mungkin udah berapa puluh kali aku ngetuk-ngetuk kamarnya terus langsung berlari pergi atau langsung masuk kamarku, hehehe. That’s amazing moment. Suatu hari pasti kamu akan kangen aku, Zaf, percaya deh.

 

Tidak banyak kenanganku bersama Zhafira selain gedor-gedor pintu. Jadi, aku cuma mau ngucapin terimakasih karna sudah sabar terhadapku. Semoga sukses terus, yaps. Ditunggu jas almamaternya. Don’t miss me,……

IMG_20170413_094036

Muna Nur Isnainia

Wanita terlurus. Itulah yang paling aku ingat dari Munania, tetangga depan kamarku. Muna ini sekamar dengan Devi dan sahabatnya Monica. Awalnya dulu ngomong seperlunya aja sih sama Muna, ga dekat-dekat banget. Hingga akhirnya kelas 12, dia suka jadi sasaran kejahilanku. Entahlah, wkwk.

Muna tuh hidupnya sangat lurus dan jauh dari jalan yang tidak benar. Siswi terbaik I di asrama, loh, wiiiih.  Muna sangat baik dan jauh dari dosa. Tipikal orang yang disenangi oleh setiap umat manusia karena kebaikannya, cie lebay, heheh. Semua orang akan merasa nyaman di dekat Munia, ya gak, heheh.

Muna juga rajin belajar dan agak (agak ya) pendiam. First impressionnya pasti pendiam dan baik, dan kalian ga salah kalo mikir gitu. Muna itu hobi main the sims4 di laptopnya. Ya ampun, pengen main nih, tapi dua hari lagi UN, wkwk.

Makasih untuk semua hal-hal baik yang pernah dilakukan untukku. Termasuk ikut ngasih surprise jam 01:00 pas aku ulangtahun. So, senang, hehehe. Makasih karna dulu sudah menjadi tetangga yang baik. Titip Devi ya, marahin kalo ga sholat, ehehehe. Semoga senantiasa berbahagia bersama orang-orang yang ada di sekeliling Muna. Sukses terus dan hidup seperti the sims4 impianmu, apasih (?)

Don’t stop just because you are tired. Stop when you are done

Althea Irwanti

Pas stay asrama udah mulai kenal sih, kenal aja, heheh. Suka ga nyangka gitu kalo dia Parisanda (paskib). Badannya kan lumayan lentik gimana gitu, jadi aku ngiranya dia anak cheers gitu-gituan, wkwk.

 

Aku mulai deket sama Thea pas awal kelas 12. Kami kan suka berempat bareng Laras dan Rizka juga, jadi tambah akrab deh. Thea itu ekspresif banget orangnya, peka terhadap rangsangan , ya gak, wkwk. Kalau dia lagi panik, terkejut, sedih, pokoknya lucu banget ekspresinya dan malah bikin ngakak, bukannya ikut prihatin.

 

Thea itu suka aku katain “terlemah” dan “terlunglai”. Badannya langsing, tapi makannya banyak dan mudah lapar, hahaha. Thea ini adalah satu-satunya diantara kami berempat yang belum pernah pacaaran. Sepertinya ketertarikannya pada lelaki belum muncul. Kalau ada yang deketin, pasti dia menghindar, wkwkwk.

 

Aku bersyukur kalo Thea jomblo. Setidaknya aku ga sendirian kan menjomblo dan tidak ngenes-ngenes banget kalo liat Rizka dan Laras sama pacarnya. Thea-lah yang jadi pacar aku, wkwk.

 

Thea itu orangnya rajin dan rapi. Niat banget kalo ngerjain tugas, dan sangat rapi serta hati-hati, berkebalikan banget nih sama aku, wkwk. Thea ini hobi belanja online gitu. Anak gahol dan suka berwisata kuliner. Mungkin setiap hari dia mencari tempat makan yang enak. Tanya dia aja deh kalo mau request teman makan yang enak, hehehe.

 

Makasih untuk semua kenangan ya, Thea. Maaf kalo ada salah, hihiw. Semoga Thea mendapatkan apa yang diinginkan, sukses terus.

2210_170408_0027

Devi Ratnasari

Banyak banget nih kenangan bareng Devi. Tidak terhitung, eaa, lebay. Kita mulai dekat pas pertengahan kelas 11 ya kalo ga salah. Jadi, kamar Devi itu ada di depan kamar aku dan Monica. Nah, berhubung Monica selalu pulang-pergi sekolah sama Muna, jadi akhirnya aku sama Devi terus deh. Akhirnya mulai akrab gitu sejak intensif osk di sekolah. Dia suka numpang nge-print soal osk gitu sama aku.

Hingga akhirnya, hampir seluruh aktivitas aku di kosan, selalu ada Devi. Dia selalu menemaniku jajan, wkwk. Tapi kami suka saling ngatain gitu, ditambah dengan logat jawanya yang sungguh menyebalkan. Akhirnya terciptalah sebutan “lelek”, ya Allah, jelek amat ya namaku. Tapi, aku sangat kangen dipanggil ini sama Devi. Keep medok ya, Dev.

 Sejak kelas 12 dan aku pindah kamar, Devi udah jarang tuh main ke kamarku. Aku juga mulai sibuk belajar gitu, huhuh. Hingga akhirnya sekitar dua bulan sebelum UN, dia mulai sering ke kamar aku lagi, yang membuat hariku lebih berwarna, cieee.

Kita mulai kayak dulu lagi. Tapi kebanyakan dia sih yang ke kamar aku, aku jarang ke kamar dia. Di kamar aku dia suka minjem hp ga jelas gitu. Ngakunya mau belajar, tapi pada akhirnya dia tidur atau main game di laptop, zzz.

Devi itu slalu siap menemaniku pergi ke manapun. Tidak selalu bisa, tapi selalu mau, eaa. Karena ada saatnya dia mau, tapi ga bisa, ya gak. Di kamar, kita suka nyanyi-nyanyi ga jelas gitu. Kadang juga belajar sih, ya gitu deh.

Makasih untuk semua kenangan, mengatasi masalah-masalah eksternal yang kumiliki. Aku tau, kita berdua ga romantis-romantis banget untuk mengucapkan kata perpisahan, jadi akunya ga bisa so sweet nih ke kamu. Pesan aku yang sangat penting untuk kamu adalah:

Jangan lupa Sholat ya Kak Devi.

CLICK HERE TO LISTEN 🙂

 

Rizka Nabilah

Kenal Rizka itu sejak kelas 10, karena kami sekelas, yey. Orangnya sangat lucu dan selu. Tingkahnya menyebalkan tapi ngangenin. Pas awal kelas 10, kita suka bareng-bareng kan di kelas, sama Laras, Ruri, Sarah, dll juga. Dulu lumayan deket, tapi ga sedekat pas kelas 12.

 

Sejak kelas 12, pulang dan pergi sekolah selalu sama Rizka. Tapi sejak itu juga, aku yang awalnya selalu datang paling pagi karna sama rombongan Muna, jadi dateng paling telat karena sama Rizka. Ya, ternyata sebegitu berpengaruhnya teman pergi-pulang sekolah, ya.

 

Pagiku diawali dengan meneriaki Rizka yang ‘selalu’ hampir telat. Kamar Rizka ada di lantai 3, sedangkan aku di lantai 2. Jadi aku sangat malas untuk naik hanya untuk menjemput Rizka.

 

Dulu kan jaman-jamannya finger print, dan kami berdua hampir selalu telat. Kan kami masuk jam 6.40, biasanya kami finger-printnya jam 6.35 bahkan lebih dari 6.40. Tapi tak apa, bersama Rizka lah aku meraskan serunya masa SMA, karena sering telat, hehehe.

 

Rizka orangnya sangat manja. Baik itu sama ibu, bapak, atau sama teman-temannya. Tingkahnya seperti anak kecil tapi hatinya sudah cukup dewasa, guys, eea. Rizka orangnya ga pemarah. Pernah beberapa kali aku ninggalin dia karna kelamaan nunggu, tapi dia ga marah aku tinggalin, eh harusnya aku kan yang marah?, ehehehe.

 

Aku hobi nepuk-nepuk jidat Rizka, wkwk. Terus ngelus-ngelus rambut dia kayak anak kecil, huhuh. Dia ga marah dan slalu biarin aku gitu Aku akan sangat kangen momen itu. Ohiya, Rizka tuh hobi ngatain aku pendek. Aku merasa sangat tersinggung, Riz. Tak apa, meskipun aku akan sulit untuk tinggi atau mungkin ga bisa lagi, aku tetap semangat, apasih, wkwk. Pas ketemu nanti, mungkin aku tetap pendek, tapi aku akan berubah, Riz, mungkin dari hal lain, pokoknyo aku akan jadi lebih baik dari sekarang, apasih, wkwk.

 

Makasih karena sudah menemaniku di masa kelas 12, ya, Rizzzz. Aku akan sangat kangen momen bersama, eaaa. Apalagi saat kita kehujanan pas mau pergi ke sekolah, unforgettable, Riz. Dan masih banyak tingkah Rizka yang sangat aku kangenin nantinya. Gonna miss you so much, teman alay.

 

Semoga cita-cita Rizka tercapai, ditunggu jas putihnya beserta gelar berupa dua huruf di depan nama. Jangan lupakan aku, yaks.

october_170408_0111

Lely Amalia

My lovely adek-adekan. Lely adalah teman pertama yang memanggilku dengan sebutan “ayuk”, hingga akhirnya teman-temanku yang lain ikut-ikutan memanggilku ayuk.

Lely sangat lucu to the maks, selalu membuatku gemas dan ingin terus mencubitnya. Suaranya cempreng. Jadi lucu banget kalo lagi manggil aku, duh bakal kangen banget nih sama adikku.

Badannya besar, enak banget dipeluk, tapi aku tenggelam kalo dipeluknya. Tingkahnya selalu membuatku ingin tertawa. Celotehannya juga selalu bikin sakit perut. Lely itu lumayan terkenal karena kecemprengannya, eh, ga karena itu juga sih, wkwk.

Gini-gini, Lely itu anggota parisanda (paskib).  Salut dech sama adikku. Tapi adikku ini malas belajar. Waktu kelas 11 dulu, suka nyontek gitu aja ke aku karna absen kami deketan, wkwk, dasar. Tapi pas kelas  12 ini ada Laras yang absennya di tengah kami. Jadi udah jarang dia nyontek sama aku, hahaha.

Wahai lovely adik, terimakasih untuk setiap kelucuan yang telah diberikan. Dirimu membuatku benar-benar merasa punya adik di sekolah. Jangan lupain ayuk ya kalo udah jadi orang keren, awas loh, hahaha. Maaf atas semua kesalahan ayuk yang kurang berkenan di hati Lely. Ayuk tidak bermaksud demikian, Lel.

Lely harus buktikan kalo Lely bisa jadi orang yang lebih baik dan lebih hebat dari sekarang. Ga sabar nunggu Lely pake seragam impian. Doain ayuk yach. See you lovely adik, gonna miss you so much………,

 

Dyah Aulia Pratiwi

Dyah adalah chairmate dadakanku. Kita sebangku pas setelah OSK, ya, karna ada beberapa hal, wkwk. Dyah ini orangnya jutek, moody-an tapi suka tiba-tiba seru diajak cerita. Menurut aku, yang paling penting dari Dyah ini adalah perasaan senasib dan seperjuangan, cieelah.

Dyah tuh anak rantau juga, yang ga tau jelasnya dimananya, aku lupa, wkwk. Dyah tinggal di rumah kakak/om ya, lupa. Katanya istri om/kakanya itu suka jahat gitu dan dia ga betah, wkwk. Dyah pengen ngekos tapi ga dibolehin ibunya ya.

Mulai dekat sama Dyah pas awal-awal sebangku sih. Jadi, kemana-mana tuh suka sama Dyah, sama Tania juga.  Kita sering bertiga, tapi jadi lebih sering sama Dyah pas jaman-jaman aku mulai sibuk intensif. Dyah aku tinggalin terus ya, wkwkwk, jadi itu sama aja dia ga punya teman sebangku lagi deh karna aku ga masuk kelas terus. Tapi dia tidak marah karna sudah terbiasa menjomblo, cieelah.

Kalo lagi masa-masa ngenes gitu, enak tuh di deket Dyah. Aku ga ngerasa minder karena Dyah benar-benar senasib sama aku, wkwk. Kalau aku cerita sama Dyah, aku akan merasa ga sendiri dengan suatu masalah, ada Dyah, ciee.

Mantap Sob_2272

Ohiya, Dyah itu sebenarnya saudara angkat aku karena kami sama-sama adik angkatnya Kak Nio. Dari sanalah kami mulai dekat karena dia suka bête gitu sama Kak Nio-nya wkwk. Jadi, aku suka manggil dia dengan sebutan “saudara”, hihiw.

Segitu aja dulu ya tentang Dyah. Aku nganggap dia sebagai teman dekat aku, tapi aku ga tau Dyah nganggap aku apa, wkwk. Karena kita ga pernah nyebut tentang sahabat-sahabatan. Ok no problem, ga usah dipikirin. Makasih ya atas semua kenangan yang telah kita lalui bersama. Semoga Dyah secepatnya bisa menjadi kebanggan orangtua, sukses selalu.

“Jadilah anak yang tidak merepotkan orangtua ketika kecil dan tidak merepotkan anak ketika tua”

CLICK HERE TO LISTEN 🙂

Thessalonica Octaviani

Thessa adalah chairmate pertamaku di kelas 11, sebelum aku duduk sama Dyah. Pas awal-awal dulu kita akrab banget, suka bertiga sama Tania. Dia suka mampir ke kamar aku, pokoknya deket bangetlah dulu tuh. Kita pernah ngerayain ulang tahun Tania kan, dan benar-benar ga romantis banget kita dulu ya, wkwk.

Trus pas Thessa ulangtahun, aku sama Tania iseng gitu, bikin dia cemburu. Karena sebenarnya emang ga baik sih berteman bertiga. Pasti ada salah satu yang tersingkirkan. Dan itu emang benar-benar ga baik. Sejak itu, Thessa suka cemburuan gitu kalo aku lebih dekat ke Tania, ya ampun, pusing deh waktu itu.

Sejak itu, kita sering berantem, baikan, berantem, baikan, ya gitulah. Sampe akhirnya aku ngerasa mulai ga betah kayak gitu terus. Yaudah kan, aku aja yang ngejauh, atau gimana, ga taulah. Pusing mikirinnya, dan sangat capek.

Aku suka minder gitu kalo udah bertiga. Gatau sih, aku orangnya ga gaul kan, ga terlalu suka jalan, ga terlalu suka hura-hura beli sesuatu yang ga terlalu penting buat aku. Yaaa, jadi aku ngejauh aja deh. Daripada aku jadi manusia yang kurang bersyukur terus. Dan untungnya Tuhan menyibukkan aku dengan sesuatu. Hingga akhirnya aku mulai harus menjauh dari semuanya karna kesibukan itu.

Aku sekelas lagi sama Thessa. Dan lagi-lagi diawali dengan marahan. Ya Allah, aku capek banget, tau. Aku ngerasa ga becus banget ya jadi temen Thessa, selalu ada kesalahan, hiks.  Yaudah kan, aku ga terlalu pedulin masalah itu, aku juga ada teman lain yang ga hobi marah dan selalu selu, hikshiks.

Tapi, jangan sedih, Thess. Aku tetap kangen kok masa-masa dimana aku curhat semua keluhan aku ke kamu. Masa-masa yang cuma sama Thessa, selalu sama Thessa. Tapi, ya, itu ga mungkin balik lagi, karna masa SMA sudah berakhir.

Makasih ya untuk semua kenangan. Aku sangat tau dulu kamu menyayangiku dan ingin sekali selalu bersamaku, cieee. Kalo ga gitu, ga mungkin kan kamu cemburuan sama siapapun yang lagi dekat denganku, eheheh. Maaf ya, mungkin cukup banyak pengabaian dari aku. Aku tidak bermaksud untuk itu. Terkadang aku hanya terlalu muak dan capek disalahkan, dan juga  terlalu sering merasa minder, yaks, that’s fact. Dan aku tidak bisa bohong tentang itu.

Doa aku, semoga kamu dapetin sahabat yang lebih baik dari aku. Aku percaya, dengan semua kebaikanmu, kam bisa dapetin itu. Ambil hikmah dari setiap kejadian bersamaku, sukses selalu, ya, Thessa.

 

Monica Lorenza

Hayo tebak, ini siapa, hehe. Monica ini adalah best enemy ku, peace, wkwk. Monica adalah roomateku selama kelas 11. Langsung saja baca ceritanya, semoga kamu suka ya, Monica

Aku masih inget sih kapan awal kenal Monica. Tapi aku ga mau ceritain, so secret. Hanya kami yang tahu.

Kala itu kan udah hampir keluar asrama, jadi mulai nyari-nyari kosan. Tiba-tiba dia ngajak aku sekamar sama dia. Ya aku mau-mau aja kan karna aku dulu emang pengennya berdua, tapi belum dapet temen. Padahal aku dulu ga deket sama Monica, tapi ga tau kenapa dia percaya gitu sama aku, wiiih.

Trus, akhirnya kami sekamar deh. Kami saling bantu ngangkutin barang-barang dari asrama ke kosan, ya gitu deh. Duh, kadang aku suka malu sendiri kalo inget kenapa ya Monica mau sekamar sama aku. Padahal kata temen-temennya aku nih jutek, hiks, kok dia kebal ya dari nasehat teman-temannya, terharu, love youhhh.

Jadi Monica tuh lumayan kebo orangnya. Selalu minta dibangunin, kalo ga, dia akan telat, wkwk. Biasanya dia mandi jam 6. Lucunya, kalo dibangunin, belum sempat apa-apa, langsung ngambil handuk dan masuk kamar mandi. Emang udah balik tuh nyawa? hehehe.

Aku kan dulu suka begadang, jadi dia suka minta aku bangunin dia kalo aku bangun. Yaudah kan, aku bangunin dia, tapi susah bangun, hiks. Aku kan orangnya ga enakan gitu kalo bangunin orang, jadi aku slalu gagal deh bangunin dia.

Monica itu sangat perhatian padaku, eaaa. Kadang dia masakin aku nasi goreng, mie, atau ngasih makanan lain lah ke aku, terharu. Dia aslinya sangat baik. Tapi kadang suka terlalu sopan gitu, wkwk. Gimana ya, namanya juga temen, jadi ya menurut aku ya biasa aja sama aku, kalo ga suka bilang ajaa, jangan dipendem, hiks. Aku jadinya ga enakan gitu kan. Kali aja ada kata-kata atau tingkah laku aku yang salah, banyak ga sih, Mon, hehehe.

IMG_6189.JPG

Trus, pas naik kelas 12, aku ga sekamar lagi sama Monica. Jadi, setelah pulang dari lomba gitu, aku udah dibolehin Bude pindah kamar. Sebenarnya aku belum siap sih, soalnya kemarin masih sibuk lomba, yaudah deh, dengan keadaan masih berantakan, aku pindahin barang-barang aku ke kamar yang baru. And then, aku tinggal di kamar yang baru.

Sejak kami ga sekamar lagi, kami ga seakrab dulu sih. Aku juga mulai sibuk belajar gitu untuk nyiapin SBMPTN. Jadi, lebih banyak menghabiskan waktu di kamar, so don’t judge me, guys.

Kalo ketemu Monica di kosan, dia suka sok kontra gitu sama aku, bawel banget nih orang, wkwk. Apapun yang aku lakuin pasti dikatain, huhuh. Tapi aku tau kok kalo dia sayang sama aku, cieelah.

IMG_5157

Untuk Monica,

Mungkin aku selalu jutek ya sama kamu. Maaf ya, mungkin aku suka sok gengsi gitu untuk nunjukkin kecarean aku. Aku terlalu gengsi untuk berubah. So, maaf untuk semua kekuranganku, ya.

Makasih sudah sangat care ke aku. Aku tau, dari sekian banyak teman dekat aku, kamu yang paling tulus dan ga akan ninggalin aku di kala terjatuh, eaaa. Makasih untuk semua kenangan dan masa-masa indah di kosan, walaupun kebanyakan aku sibuk  sendiri sama olim. Sesungguhnya aku hanya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang kumiliki.

Sudah mau pisah nih….. Semoga apa yang diinginkan tercapai. Sukses terus. Ini ada sepatah dua patah dari aku.

“It’s not about who cares, but how you care”