Chelien Kurniah Alfatrian

Aku bukanlah salah satu teman akrab atau sahabat Chelien. Tapi Chelien adalah orang yang sangat penting dan tidak akan kulupakan samapai kapanpun. Semoga Chelien suka, ya.

Awal kenal Chelien itu ketika kami sekamar masa MOS dan juga Latdis. Jadi, Chelien ini adalah teman sejak awal SMA dan hingga sekarang. First impression untuk Chelien adalah ramah dan lincah. Dan itu memang benar. Ranjang Chelien ada di bawahku (bertingkat dua). Jadi, akan sangat terasa kalau Chelien gerak-gerak pas tidur, ahaha.

Chelien adalah pemilik alarm yang sangat menggelegar. Berkat alarm milik Chelien, kami tidak akan telat di pagi hari. Cukup banyak kenangan tak terlupakan masa MOS dan latdis bersama Chelien. Masa dimana kami saling membangunkan, mengingatkan perlengkapan, bergiliran ke kamar mandi, dimarahin, dsb. Aku sangat kangen masa-masa itu, tapi bukan berarti aku ingin mengulangnya, tidak, hehehe.

Aku juga satu kelompok dengan Chelien ketika homestay. Diriku menjadi teringat masa-masa di rumah ibu angkat bersama Kak Uit sebagai senior pendamping, rindu sekali. Masa dimana kita berjalan ke sawah bapak yang jaraknya 2 km ya kalo ga salah. Haduh, capek banget waktu itu. Tapi masa itu sangat indah dikenang.

Masa-masa pahit asrama di tiga bulan pertama juga kulalui bersama Chelien. Mulai dari buka puasa, sahur, latdis, mandi lumpur, dsb. Kami saling mengingatkan dan memberi semangat. Yang paling kuingat dari Chelien adalah dia selalu memarahi kami kalau makan sambil berbicara, heheh. Kekompakan yang tiada tara harus kami lakukan untuk menyelamatkan diri dari cobaan mos, latdis, dan homestay. Mulai dari berbagi air untuk mandi, tugas piket, menghemat air minum, cepat-cepat mandi supaya yang lain tidak telat, dsb.

Momen yang paling kuingat adalah ketika kami diam-diam makan di malam hari. Padahal itu sudah hampir jam 9 dan kami disuruh piket. Tiba-tiba salah satu senior kami memergoki kami yang sedang makan bersama di lantai. Kakak itu memarahi kami karena belum piket. Itu adalah pertama kalinya kamar kami dimarahi oleh senior. Masa yang lain juga ketika aku lupa membawa name-tag. Gawat sekali urusannya kalau itu terlupa. Untungnya Chelien mengingatkanku, hehehe.

Setelah 3 bulan, kami akhirnya rolling. Aku ga sekamar lagi dengan Chelien, hihiw. Sejak saat itu aku memanggil Chelien dengan sebutan “mami”. Karena aku merasa selama tiga bulan ini dia sepeti ibu yang selalu mengingatkanku dan menasihatiku, hihihi.

Kedekatan kami makin erat ketika berbagai kegiatan ekskul, yaitu kirana. Ada berbagai hal dan kejadian yang kian mempersatukan kami. Kami saling support satu sama lain. Hingga akhirnya Chelien terpilih sebagai ketua kirana. Bangga sekali diriku, hihiw.

Aku dan Chelien juga seringkali duduk bersebelahan ketika tadarus di masjid. Di sana kami saling ganggu dan menjahili. Terkadang kami ketiduran dan dimarahi pembina asrama. Aduh, aku kangen sekali momen itu.

Bagi kami yang berhalangan untuk shalat, kami berkumpul di teras masjid agar tetap terkontrol oleh pembina. Cukup sering kami berdua berkumpul di teras masjid. Biasanya kami belajar, tidur, atau mengobrol.

Chelien adalah orang tertegar yang pernah aku temuin. Orang yang paling ceria dalam kondisi apapun. Sangat bijak dalam mengatasi masalah. Tidak heran kan kalau dia jadi ketua ekskul. Aku sangat terinspirasi terhadap Chelien. Keceriaannya membuatku sadar bahwa apapun yang terjadi di dunia ini, kita harus selalu merasa bersyukur dan bahagia  🙂

Ohiya, ulang tahun kami berddekatan, loh. Aku lahir tanggal 27 maret 1999. Sedangkan Chelien lahir tanggal 28 maret 2000. Ya, Chelien lebih muda dariku. Tapi tetap saja aku menyebutnya mami, hingga akhornya teman-temanku yang lain ikut-ikutan memanggilnya mami. Tapi aku tetap her first daughter, kok, heheh.

14604  14605

Chelien sebagai Peri Bintangku

Hal yang tidak akan pernah aku lupakan adalah bahwa karena Chelianlah aku bisa menggapai impian terbesarku di kelas 11. Chelien adalah orang yang pertama kali mencetuskan kata astronomi dalam hidupku. Tanpanya, mungkin tidak pernah terbesit dalam pikiranku untuk mengikuti seleksi olim astronomi di sekolah.

Dia yang kala itu melihatku sangat menyukai pelajaran matematika dan fisika tiba-tiba menyarankanku untuk mengikuti tes seleksi untuk menjadi tim olim astronomi di sekolah. Kata itu sangat asing bagiku. Pernah sekali dua kali mendengar. Tapi, aku mengira astronomi adalah ilmu hafalan yang sangat tidak cocok denganku. Tapi aku salah, ternyata astronomi itu adalah menghitung.

Aku mulai mempertimbangkan saran Chelien. Hingga akhirnya aku cari tau lebih lanjut tentang olim astronomi, dan aku tertarik. Sejak itu, aku berpaling dari olim matematika yang menolakku di tahun lalu. Aku mulai belajar sedikit demi sedikit untuk menghadapi tes seleksi di sekolah.

Hingga akhirnya aku lolos osk dan menuju osp. Disanalah puncak keputusasaanku. Aku merasa tidak kompeten. Aku sangat lelah dan ingin berhenti berjuang karena keadaan yang kian menghujam dan membuatku ingin menyerah. Ketika pelatihan di bogor, aku sakit, peringkatku jauh terpelanting, aku merasa sangat putus asa dan pasrah karena merasa tidak mungkin untuk lolos OSP. Malam itu, satu hari sebelum pulang ke Palembang. Aku curhat panjang lebar ke Chelien. Aku yang semula telah memutuskan untuk menyerah, kemudian bangkit lagi karena perkataan Chelien. Saat itu adalah H-7 menuju OSP, dan aku baru bangkit.

Sepulangnya dari Bogor, aku melahap semua buku astronomi dan mengejar ketertinggalan materi. Dan, aku lolos lagi. Sejak itu aku menjukukinya peri bintang karna telah menyelamatkanku, eaaaa.

Dear Chelien,

Mungkin aku mulai kehabisan kata-kata untuk menggambarkan betapa berartinya nasihat-nasihatmu. Cerita di atas mungkin hanya sebagian kecil nasihat yang pernah kamu lontarkan untukku. Semua nasihatmu begitu bijak dan mengena. Terkadang aku menggunakan prinsipmu dalam bersikap. Prinsip bagaimana berteman, bersahabat, mengatasi masalah dan kesedihan, mengatasi keputusasaan, dan masih banyak lagi.

Aku tau, mungkin kamu merasa biasa saja terhadap apa yang telah kamu lakukan. Tapi percaya deh, siapapun yang jadi aku, pasti akan sangat berterimakasih.

Tetaplah menjadi yang terhebat, yang terbaik dalam bidang apapun. Aku percaya, kamu akan menjadi berlian dimanapun berada. Tetap jalankan prinsip yang kamu miliki. Jangan pernah menyerahdan putus asa. Mungkin hanya dengan tulisan ini aku bisa berterimakasih sekaligus mengenangmu. Kamu sangat menginspirasi. Tetap ceria ya, Mamiku. Semoga kesuksesan selalu menyertaimu. Jangan pernah lupakan aku yang hanya serpihan debu di hidupmu~

Minggu, 9 April 2017 (Satu hari sebelum UN)

your first daughter

My 18th (4)

Awalnya bete gitu kan, semua adek aku ga ada yang ngucapin, hiks. Tapi yaudahlah ya, kan hanya sebagian kecil, jadi aku ga boleh terlalu mikirin, hehehe.

Pas hari jumat, si Yobel tiba-tiba ngeline dan ngajak jalan. Udah curiga kan, tapi yaudah kan, berhubung aku baik, wwkwk, aku iyain deh. Sekali lagi, aku gamau mikir macem-macem, huhuhu.

Trus setibanya di tempat janjian, aku disuruh naik ke atas. Yaudah deh, aku naik. Udah siap-siap tuh mau ngesnapgram, wkwk. Ternyata bener, mereka ngerayain, hehehe. Tapi snapgramnya jelek, jadi aku suruh mereka balik lagi dan nyanyi happy birthday, tau ah, krik banget yak.

Yaudah kan, tiup lilin dan potong kue. Kue pertama untuk Yobel sebagai adik angkat pertama, eaa, trus Metha, adek ekskul aku. Trus Nyayu, adek angkat aku yang kelas 10 (adek angkatnya Metha). Yaudah, kita ngobrol-ngobrol gitu, terus foto. Makan, trus pulang deh.

Ohiya, aku dikasih Metha sama Nyayu boneka, hehehe. Aku suka bangeet bonekanya, loh. Soalnya mirip Reyhan dan enak dipeluk, apasih. Tapi, aku jujur loh ini, hehehe. Tapi kok gaada surat sih dek, wkwkw. Tak pa, makasih ya sayang-sayangku.

14762147631476414765

My 18th (3)

Pas malemnya, udah mulai banyak gitu kan yang ngucapin di ig dan line, hehehe. Aku jadi seneng lagi deh. Apalagi ada mama kan yang menemaniku.

Trus, aku udah mau tidur kan sekitar jam 11. Tapi, aku mau ngucapin Chelien dulu soalnya bentar lagi tanggal 28 Maret, ulangtahunnya. Trus tiba-tiba ada yang nge-call gitu. Ternyata Kak Indah, hfft, menghela nafas. Kemana aja coba, hiks. Yaudah aku angkat. Trus dia ngucapin kan sama wish2 yang aku lupa apa aja. Soalnya ga konsen lagi. Trus aku bilang kalo aku bete karna ngucapinnya telat banget. Aku gatau sih dia sengaja atau malah lupa, kan udah janji ga boleh kecewa, jadi aku ga terlalu peduli lah dia mau gimana ke aku. Makasih yach!!

Trus, aku ternyata tertidur dan gagal ngucapin Chelien. Paginya aku kesiangan, wkwk. Aku minum obat jam 9, gila, telat bangetttt. Trus aku cek HP deh, ngucapin Chelien, huhu Chelien, maafkan aku. Eh, Chelien malah ngucapin aku balik karna dia berencana untuk jadi pengucap terakhir, huhu, sayang sekali, hiks. Jadi rencana kita berdua sama-sama failed deh, wkwkwk. Ohiya, ucapan dari Chelien panjangggg banget dan bikin terharu, hiksss.

Ohiya, aku mau ceritain Tania, wkwk. Nyampe 28 Maret dia belum ngucapin, huhuh. Aku liat disnapgram kalo dia ngucapin Tri. Ya Ampun, aku tuh langsung tersentak, hmm. Yaudahlah, aku udah janji ga boleh ngerasa kecewa. Trus ga lama dari itu,dia ngucapin aku juga. Dengan wish yang sangat sangat panjang, terharu, eaaaa. Terimakasih ya, Taniazki.

Nia juga ngucapin aku yang sangattt panjang dan bikin terharu, terimakasih adik nomor kesekiankuuuu. Rizka juga ngasih kado dan surat yang sangat lucu dan sok imut hehehe. Thankyou, semoga aku makin tinggi beneran, yaaa

IMG_20170329_180821

Ya begitulah kurang lebihnya. Makasih untuk semua orang yang udah bikin aku bahagia, baik pas 27 maret ataupun setelah-setelahnya. Semoga doanya dikabulkan semua. Dan semoga doa itu berlaku untuk kalian juga ya, amin.

 

My 18th (2)

Setelah subuh, mereka bertiga langsung ke sekolah, kan karena mau make up untuk nari. Berhubung aku make upnya di kamar ini, jadi aku belum siap-siap deh, huhuh. Aku ditinggal sendiri deh, gabut kan. Jadinya aku buka HP terus, padahal aku pengennya sibuk banget hari ini. Aku takut, suer deh. Pokoknya ulangtahun tuh abstrak banget bagi aku, hiks.

Ngecek HP terus, aku tau pasti akan sepi karna pasti yang lain sibuk mempersiapkan nari. Tapi, teman-teman nariku yang lain belum dateng, jadi ga ada kerjaan deh.

Ohiya, pencupap kedua itu adalah mama. Mama ngucapinnya sekitar jam 1an, sebelum kami berempat tidur. Aku pengen banget mama datang untuk menemaniku. Tapi semuanya tidak memungkinkan, aku ga boleh kecewa. Aku harus kuat mengatasi ketakutan dan kebeteanku. Yaudahlah, gitu deh pokoknya. Aku pada akhirnya sibuk nari di hari itu.

Siangnya, kami udah boleh pulang, kan. Yaudah. Ohiya, pas lagi make up di kamar aku nemu kado gitu, kayaknya punya Laras, wkwk. Tapi aku biarin aja dan senyam senyum. Jadi, pas pulang sekolah, Laras ke kamar aku, trus pas dia mau pulang, baru dikasihnya deh kado itu, wkwk.

Trus ada Nia dan Ratu juga kan lagi main di kamar Mama bilang mau nelpon sekitar jam 3. Tapi sampe saat itu belum nelpon-nelpon. Jenuh deh rasanya hari itu. Capek pula.

Trus, ada yang ngetok, yaudah kan, dibukain Nia. Dan, SURPRISE, MAMA DATENG. Aku langsung kaget banget kan. Aku ga nyangka banget mama dateng karna sangat tidak memungkinkan. Aku seneng banget, heheheh. Mama bawa kue gitu, cieee. Trus, Ratu dan Nia pamit pulang deh.

IMG_20170327_190614.jpg

Makasih ya, ma karena udah bela-belain dateng padahal mama lagi sakit, hiks. Awalnya ayuk sedih banget, tapi karna mama dateng, jadi seneng lagi, deh, hehehe.

Setelah itu aku mandi dan siap-siap mau jalan. Tapi sebelum pergi, aku buka kado dari Laras dulu. Aku suka banget karna Laras bikin sendiri. Ditambah juga dengan surat yang lumayan panjang, ehehehe. sesuai yang aku pengen, yey.  Ini kadonya, hehehe.

IMG_20170327_170427

IMG_20170329_144835

My 18th (1)

26 Maret 2017,

Rasa trauma mendalam yang terlanjur terpatri di dalam benakku membuatku cukup takut untuk menghadapi besok. Semuanya kusimpan dalam diam.

Aku tak ingin membayangkan apapun tentang besok, berandai-andai tidak jelas seperti dulu. Aku takut kecewa lagi, ya, aku sangat takut itu. Hari ini terasa begitu sangat lama untuk kulalui. Pikiranku kian tak karuan, dari pagi hingga malam.

Semula, Laras dan Thea bilang kalo mau nginep di kamar. Aku sempat terkejut waktu itu. Bagaimana mungkin aku bisa melewati malam menuju ulang tahun sama mereka? hahaha. Karena biasanya, semalam sebelum ulangtahun aku ga bisa tidur, DAN ITU SETIAP TAHUN.

Malamnya, mereka sudah ada di kosanku. Ternyata Rizka juga ikut nginep di kamarku. Mungkin inilah terakhir kalinya kami berempat gini ya, huhuh, sedih. Besok kan ada ujian praktek nari, jadi kami sibuk sendiri kan. Aku dan Thea sibuk ngurusin properti kami masing-masing. Sedangkan Laras dan Thea malah ke PTC. Aku sudah mulai curiga tapi aku udah janji ga mau mikir apapun tentang besok.

Hari itu aku berusaha secapek mungkin supaya aku bisa tidur dengan nyenyak secepatnya malam ini. Aku harus tidur yang cukup karna besok akan ada ujian praktek yang cukup berat, ujian batin juga sebenarnya, hehehe.

Sekitar jam 9 malam, Laras dan Rizka sudah pulang. Setelah itu, mereka bermain-main tidak jelas dengan jilbab-jilbabku. Hmm, ga tau nih kapan bisa kayak gini lagi.

Aku ngajak mereka tidur kan karna besok kan harus fit. Trus aku milih untuk tidur di kasur bawah deket kamar mandi. Soalnya aku pasti akan ke kamar mandi terus karna ga bisa tidur, wkwk. Aku ga tenang, sumpah. Tapi mereka malah marahin aku dan nyuruh aku tidur di kasur atas. Sebenernya aku cuma mau ngecek sih, hehehe, apasih, wkwk.

Jadi akhirnya aku tidur di kasur atas dan  udah pukul 10 malam. Aku nyuruh mereka tidur,,,, tapi mereka ga tidur-tidur, hiks hiks. Ya tambah curiga lah aku. Tapi, lagi-lagi, aku ga mau mikir apapun.

Ya, pada akhirnya aku memang tidak tidur. Tapi aku pura-pura tidur. Aku ga tau udah jam berapa. Rasanya kok lama banget, yak, wkwkwk. Lama banget aku pura-pura tidur untuk ngebohongin mereka. Kayaknya mereka perccaya deh kalo aku udah tidur karna dari tadi aku ga gerak-gerak.

Laras yang berbaring di sampingku mulai  beranjak bangun. Samar-samar, aku denger “ucapin di enormous” gitu. Aku denger pintu kamarku dibuka. Gatau tuh ngapain mereka. Terus terdengar suara korek api gitu. Disitu aku mulai senyam senyum. Jantungku kayak mau copot, gila, gatau mau pasang ekspresi gimana, cieelah.

Aku denger mereka grasak grusuk, suara plastik apaan gitu. Trus Rizka ngidupin keran air gitu kan, mungkin biar ga kedengeran atau ga ketauan. Aku tau itu sengaja, karna aku denger pintu kamar mandi itu kebuka. Buat apa coba, ngidupin keran, tapi gaada yang di kamar mandi? ahahah.

Trus aku jahil kan, aku gerak balik badan, tapi mukaku masih kututupin guling, pura-pura masih tidur sih, ehehe. Trus seketika mereka langsung berhenti grasak-grusuk, ya ampun aku mau ngakak waktu itu. Aaaa, sayang banget dech. Walaupun aku selalu failed ngasih surprise ke orang, tapi aku ga mau gitu ke mereka. Aku pengen kita sama-sama seneng hehehe. Jadi, yaudah, aku biarkan mereka beraksi dengan keadaan jantung yang masih deg-degan. Duh, mereka rela bgt ya waktu tidurnya dipake untuk aku. Kan besok kami harus nari, dan itu,,, harus prima, kan. Love you, gaesss.

27 Maret 2017,

 

“Happy Birthday, Laily”

Cieee, aku ga tau harus gimana, terus balik badan, pura-pura baru bangun. Trus aku langsung ketawa ngakak. Trus mereka, ya gimana gitu. Yaps, aku denger semuanya, guysss, ehehehe.

Ya, kami akhirnya sibuk ber-snapgram. Terus aku tiup lilin. Aku bedoa semoga lulus di _._._._ dan semoga orang-orang terdekatku tetap menyayangiku. Setelah itu, kita foto-foto gitu. Ya, gitu deh, heheheh.

Aku ngecek HP,  dan ternyata belum ada yang ngucapin selain mereka bertiga di grup enormous. YAHHH, tapi aku udah janji kan ga boleh kecewa terhadap apapun yang terjadi di hari ulang tahunku.

Thanks, genks. Sudah mengertiku, eaea, malu sendiri nich, gatau mau bilang. Intinya terimakasih untuk semua waktu yang telah diberikan. Terimakasih karna telah menjadi pengucap pertama di tahun ini. Love youuuuuh 14741

                                                   14753

Zhafira Firdinina

Lovely tetangga, nih.

Zhafira tuh kamarnya palingan sekitar 100 cm dari kamar aku. Jadi bisa teriak dikit aja untuk ngobrol sama Zhafira, cieelah. Zhafira itu orangnya pendiam dan sabar menghadapi kejahilanku. Mungkin udah berapa puluh kali aku ngetuk-ngetuk kamarnya terus langsung berlari pergi atau langsung masuk kamarku, hehehe. That’s amazing moment. Suatu hari pasti kamu akan kangen aku, Zaf, percaya deh.

 

Tidak banyak kenanganku bersama Zhafira selain gedor-gedor pintu. Jadi, aku cuma mau ngucapin terimakasih karna sudah sabar terhadapku. Semoga sukses terus, yaps. Ditunggu jas almamaternya. Don’t miss me,……

IMG_20170413_094036

Muna Nur Isnainia

Wanita terlurus. Itulah yang paling aku ingat dari Munania, tetangga depan kamarku. Muna ini sekamar dengan Devi dan sahabatnya Monica. Awalnya dulu ngomong seperlunya aja sih sama Muna, ga dekat-dekat banget. Hingga akhirnya kelas 12, dia suka jadi sasaran kejahilanku. Entahlah, wkwk.

Muna tuh hidupnya sangat lurus dan jauh dari jalan yang tidak benar. Siswi terbaik I di asrama, loh, wiiiih.  Muna sangat baik dan jauh dari dosa. Tipikal orang yang disenangi oleh setiap umat manusia karena kebaikannya, cie lebay, heheh. Semua orang akan merasa nyaman di dekat Munia, ya gak, heheh.

Muna juga rajin belajar dan agak (agak ya) pendiam. First impressionnya pasti pendiam dan baik, dan kalian ga salah kalo mikir gitu. Muna itu hobi main the sims4 di laptopnya. Ya ampun, pengen main nih, tapi dua hari lagi UN, wkwk.

Makasih untuk semua hal-hal baik yang pernah dilakukan untukku. Termasuk ikut ngasih surprise jam 01:00 pas aku ulangtahun. So, senang, hehehe. Makasih karna dulu sudah menjadi tetangga yang baik. Titip Devi ya, marahin kalo ga sholat, ehehehe. Semoga senantiasa berbahagia bersama orang-orang yang ada di sekeliling Muna. Sukses terus dan hidup seperti the sims4 impianmu, apasih (?)

Don’t stop just because you are tired. Stop when you are done

Althea Irwanti

Pas stay asrama udah mulai kenal sih, kenal aja, heheh. Suka ga nyangka gitu kalo dia Parisanda (paskib). Badannya kan lumayan lentik gimana gitu, jadi aku ngiranya dia anak cheers gitu-gituan, wkwk.

 

Aku mulai deket sama Thea pas awal kelas 12. Kami kan suka berempat bareng Laras dan Rizka juga, jadi tambah akrab deh. Thea itu ekspresif banget orangnya, peka terhadap rangsangan , ya gak, wkwk. Kalau dia lagi panik, terkejut, sedih, pokoknya lucu banget ekspresinya dan malah bikin ngakak, bukannya ikut prihatin.

 

Thea itu suka aku katain “terlemah” dan “terlunglai”. Badannya langsing, tapi makannya banyak dan mudah lapar, hahaha. Thea ini adalah satu-satunya diantara kami berempat yang belum pernah pacaaran. Sepertinya ketertarikannya pada lelaki belum muncul. Kalau ada yang deketin, pasti dia menghindar, wkwkwk.

 

Aku bersyukur kalo Thea jomblo. Setidaknya aku ga sendirian kan menjomblo dan tidak ngenes-ngenes banget kalo liat Rizka dan Laras sama pacarnya. Thea-lah yang jadi pacar aku, wkwk.

 

Thea itu orangnya rajin dan rapi. Niat banget kalo ngerjain tugas, dan sangat rapi serta hati-hati, berkebalikan banget nih sama aku, wkwk. Thea ini hobi belanja online gitu. Anak gahol dan suka berwisata kuliner. Mungkin setiap hari dia mencari tempat makan yang enak. Tanya dia aja deh kalo mau request teman makan yang enak, hehehe.

 

Makasih untuk semua kenangan ya, Thea. Maaf kalo ada salah, hihiw. Semoga Thea mendapatkan apa yang diinginkan, sukses terus.

2210_170408_0027

Devi Ratnasari

Banyak banget nih kenangan bareng Devi. Tidak terhitung, eaa, lebay. Kita mulai dekat pas pertengahan kelas 11 ya kalo ga salah. Jadi, kamar Devi itu ada di depan kamar aku dan Monica. Nah, berhubung Monica selalu pulang-pergi sekolah sama Muna, jadi akhirnya aku sama Devi terus deh. Akhirnya mulai akrab gitu sejak intensif osk di sekolah. Dia suka numpang nge-print soal osk gitu sama aku.

Hingga akhirnya, hampir seluruh aktivitas aku di kosan, selalu ada Devi. Dia selalu menemaniku jajan, wkwk. Tapi kami suka saling ngatain gitu, ditambah dengan logat jawanya yang sungguh menyebalkan. Akhirnya terciptalah sebutan “lelek”, ya Allah, jelek amat ya namaku. Tapi, aku sangat kangen dipanggil ini sama Devi. Keep medok ya, Dev.

 Sejak kelas 12 dan aku pindah kamar, Devi udah jarang tuh main ke kamarku. Aku juga mulai sibuk belajar gitu, huhuh. Hingga akhirnya sekitar dua bulan sebelum UN, dia mulai sering ke kamar aku lagi, yang membuat hariku lebih berwarna, cieee.

Kita mulai kayak dulu lagi. Tapi kebanyakan dia sih yang ke kamar aku, aku jarang ke kamar dia. Di kamar aku dia suka minjem hp ga jelas gitu. Ngakunya mau belajar, tapi pada akhirnya dia tidur atau main game di laptop, zzz.

Devi itu slalu siap menemaniku pergi ke manapun. Tidak selalu bisa, tapi selalu mau, eaa. Karena ada saatnya dia mau, tapi ga bisa, ya gak. Di kamar, kita suka nyanyi-nyanyi ga jelas gitu. Kadang juga belajar sih, ya gitu deh.

Makasih untuk semua kenangan, mengatasi masalah-masalah eksternal yang kumiliki. Aku tau, kita berdua ga romantis-romantis banget untuk mengucapkan kata perpisahan, jadi akunya ga bisa so sweet nih ke kamu. Pesan aku yang sangat penting untuk kamu adalah:

Jangan lupa Sholat ya Kak Devi.

CLICK HERE TO LISTEN 🙂

 

Rizka Nabilah

Kenal Rizka itu sejak kelas 10, karena kami sekelas, yey. Orangnya sangat lucu dan selu. Tingkahnya menyebalkan tapi ngangenin. Pas awal kelas 10, kita suka bareng-bareng kan di kelas, sama Laras, Ruri, Sarah, dll juga. Dulu lumayan deket, tapi ga sedekat pas kelas 12.

 

Sejak kelas 12, pulang dan pergi sekolah selalu sama Rizka. Tapi sejak itu juga, aku yang awalnya selalu datang paling pagi karna sama rombongan Muna, jadi dateng paling telat karena sama Rizka. Ya, ternyata sebegitu berpengaruhnya teman pergi-pulang sekolah, ya.

 

Pagiku diawali dengan meneriaki Rizka yang ‘selalu’ hampir telat. Kamar Rizka ada di lantai 3, sedangkan aku di lantai 2. Jadi aku sangat malas untuk naik hanya untuk menjemput Rizka.

 

Dulu kan jaman-jamannya finger print, dan kami berdua hampir selalu telat. Kan kami masuk jam 6.40, biasanya kami finger-printnya jam 6.35 bahkan lebih dari 6.40. Tapi tak apa, bersama Rizka lah aku meraskan serunya masa SMA, karena sering telat, hehehe.

 

Rizka orangnya sangat manja. Baik itu sama ibu, bapak, atau sama teman-temannya. Tingkahnya seperti anak kecil tapi hatinya sudah cukup dewasa, guys, eea. Rizka orangnya ga pemarah. Pernah beberapa kali aku ninggalin dia karna kelamaan nunggu, tapi dia ga marah aku tinggalin, eh harusnya aku kan yang marah?, ehehehe.

 

Aku hobi nepuk-nepuk jidat Rizka, wkwk. Terus ngelus-ngelus rambut dia kayak anak kecil, huhuh. Dia ga marah dan slalu biarin aku gitu Aku akan sangat kangen momen itu. Ohiya, Rizka tuh hobi ngatain aku pendek. Aku merasa sangat tersinggung, Riz. Tak apa, meskipun aku akan sulit untuk tinggi atau mungkin ga bisa lagi, aku tetap semangat, apasih, wkwk. Pas ketemu nanti, mungkin aku tetap pendek, tapi aku akan berubah, Riz, mungkin dari hal lain, pokoknyo aku akan jadi lebih baik dari sekarang, apasih, wkwk.

 

Makasih karena sudah menemaniku di masa kelas 12, ya, Rizzzz. Aku akan sangat kangen momen bersama, eaaa. Apalagi saat kita kehujanan pas mau pergi ke sekolah, unforgettable, Riz. Dan masih banyak tingkah Rizka yang sangat aku kangenin nantinya. Gonna miss you so much, teman alay.

 

Semoga cita-cita Rizka tercapai, ditunggu jas putihnya beserta gelar berupa dua huruf di depan nama. Jangan lupakan aku, yaks.

october_170408_0111