Larasati Farumi

Laras adalah salah satu sahabat yang sangattt baik, Ya Allah, eheheh. Bingung nih mau jelasin darimana.

Waktu pertama ketemu itu pas awal pembagian kelas 10. Tapi cuma kayak saling kenal aja. Setelah itu kalo ga salah aku sebangku sama dia, tapi cuma di hari-hari pertama. Akhirnya aku duduk sebangku sama Sarah. Setelah itu, aku lupa karna apa, aku sebangku sama Laras lagi deh. Tiba-tiba aja kayaknya sebangku dan deket sama dia. Anaknya pendiem dan hemat ngomong gitu, cocoklah sama aku.

Terus, seiring berjalannya waktu, cieelah, aku makin deket kan. Namanya juga sebangku. Ngerjain tugas bareng, ke masjid bareng, dll. Laras tuh tempat aku nitip ngeprint. Ntar kalo dia pulang dari asrama, dia ngeprint tugas-tugas gitu, jadi aku nitip. Inget ga, Ras?.

Aku ngerasa nyaman banget sama Laras, sumpah. Ga ada masalah apapun, ga childish-childishan. Semuanya indah gitu dan dia ngajarin aku kalo persahabatan tuh emang indah, ya gak?.

Pas kelas 11, aku ga sekelas lagi sama Laras, huhuhu, so sad. Trus pas kelas 12 akhirnya aku sekelas lagi deh sama Laras, dan sebangku yey. Laras tuh orangnya baik ke semua orang, ye gak. Sahabatnya banyak, yang akrab juga banyak, yang mau juga ada.m, eh, wkkwk.

Kelas 12 bareng Laras

Masa-masa kelas 12 yang indah dan sulit bersama Larasati Farumi atau yang suka aku ledekin larasumik ini tidak akan terlupakan, eaaa. Jadi kan, aku ga rajin-rajin banget nih selama kelas 12. Aku ga terlalu mementingkan nilai karna aku mau lebih fokus ke tes yang harus aku hadapin Mei nanti. Jadi aku suka nyontek tugas gitu sama Larasumik, apalagi biologi. Mungkin hampir semua tugas biologi tuh aku nyontek sama Larasumik kalo ga Thea. Dampaknya aku ga terlalu paham materi itu, hiks. Tapi gapapa lah, wkwk.

Ada juga masa-masa foto alkena. Jadi aku sama Laras se-tim gitu, sama Rafli juga. Kami sibuk bareng deh ngurusin kostum, rias, termasuk ngedumel karna pemotretan kita paling terakhir, pokoknyo suka dan duka alkena deh. And it’s mean, foto alkenaku bareng Larasumik, yey. Dan itu akan dikenang sepanjang masa, hahaha.

Trus masa-masa dia ulang tahun. Dia ditembak sama Adam, kan, wkwk. Apaahubungannya ya sama aku. Tau ah. Ohiya, Laras suka curhat gitu sama aku tentang Adam, cie pacarnya romantis banget sama Laras. Kalo Laras lagi nginep di kosan, Adam suka bawain makanan gitu untuk kami berdua, thankyou, Dam, wkwk. Adam juga suka nanya-nanya Laras gitu ke aku. So, sebagai jomblo aku jadinya tambah ngenes. Tapi gapapa, demi Larasumik. Aku seneng liat Laras seneng, hehehe. Semoga Adam bisa buat Laras seneng terus, ya.

Masa-masa aku terpuruk karena obat juga mengingatkanku pada Laras yang menjadi tempatku mengeluh, selalu mengertiku meskipun dia tidak pernah berada di posisiku,  hehehe.

Laras pernah nginep beberapa kali di kamar aku, wkwk. Entah karena apa aja, aku lupa. Dari beberapa temen aku yang mampir ke kamar, cuma Laras yang ga ngantuk di kamar aku. Ohiya, Laras tuh hobi begadang. Dan ajaibnya, dia ga minum kopi, cuy. Lihat tuh kantung matanya, lucu, wkwk.

Laras itu orangnya sangat rapi dan hati-hati. Punya kemampuan pengarsipan yang bagus. Jadi semua data dan tugas punya dia itu benar-benar tertata dengan sangat baik, pantes nih Adam suka, cieee.

Ohiya, aku dan Laras itu sering kompakan bolos sekolah, hadeh. Tapi kita di rumah belajar, loh. Karena kita kadang bosen sama rutinitas sekolah yang kerap kali wasting time. Jadi, ya, kami memutuskan bolos berdua. Lucu kan ya, sebangku sama-sama sekolah, cukup sering pula. Tapi gapapa, disitulah nikmatnya SMA.

Speechless kalo teringat semua kenangan bersama Laras. Suka dan duka telah kita lewati. Mulai dari masa-masa kelas 10 dan asrama, masa-masa sulit di kelas 12, masa-masa US, UP, USBN, UN, semuanya.

Kado dari Laras

Mungkin untuk pertama kalinya ya aku dapetin kado bikinan sendiri dari si pengirim. Kado yang slalu aku impikan. Tau karena apa? Karena lewat itu, kita tau bahwa si pengirim bisa ngasih sesuatu yang sangat berarti dalam hidup dia, yaitu waktu. Jujur aja, kado berupa waktu lebih aku hargain dari apapun. Itu hal yang mewah bagi aku. Karena jujur, aku jarang banget dapetin waktu dari seseorang, yaara. Semua orang bisa ngasih harta benda, tapi jarang yang bisa ngasih waktu dengan tulus, so sad.

IMG_20170327_170427

IMG_20170329_144835.jpg

Dear, Larasumik,

Terimakasih karena telah menerimaku apa adanya, sangat mengertiku, mendengarkan curhatanku yang sangat panjang, mendengarkan keluhanku tentang obat, mendengarkan semua impianku, cita-citaku, keinginanku. Bersama-sama melewati masa-masa sulit yang tidak akan pernah kita lupakan.

Maafkan aku yang selama ini mungkin kurang peduli atau tidak menjadi sahabat yang kamu inginkan, tidak berada di sampingmu ketika butuh, bukan pendengar curhat yang baik, dan sebagainya. Terimakasih karena telah menerima semua kekuranganku, wahai Larasati Farumi.

Semoga tercapai semua impian kita. Semoga kita bisa bertemu dengan jas almamater yang sama. Apapun yang akan terjadi, percayalah itu yang terbaik dari Tuhan. Aku tau bagaimana Laras bedoa dan bekerja keras untuk itu.

And the last, untuk Larasati Farumi yang sangat kusayangi,

“Persahabatan itu tidak memilih dengan siapa, tapi kita yang memilih apa, seberapa, dan bagaimana”

“Orang yang tidak akan pernah membuatmu lupa adalah orang yang menemanimu ketika berjuang”

GOOD LUCK, DOAKU MENYERTAIMU

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s