24 Januari 2017

Aku berusaha tenang dan bertanya baik-baik pada langit. Gerimis itu terus datang, menggoyahkan keseimbangan perahu. Mungkin langit mulai tak sabaran menyuruhku memutuskan. Namun Tuhan belum memberikan petunjuk-Nya. Entah kapan akan diberikan padaku.

Aku berunding pada langit, bukankah aku kemarin telah memilih? mengapa dipertemukan pada muara lagi?. Mereka kurang adil dalam menghakimiku. Bukankah aku telah mengikhlaskannya? lalu mengapa ada muara lagi? seolah-olah sengaja ingin menggoyahkan.

Aku tak ingin ingin berprasangka buruk pada langit. Aku berusaha mengkaji lebih dalam apa maksud langit melakukan semua ini. Apakah Tuhan telah menyuruh langit untuk menegurku. Apakah pulau itu bukanlah yang terbaik untukku?.

Semakin banyak aku bertanya, gerimis itu kian deras, hujan, semoga tidak banjir. Aku pun menjadi malas mengemudikan perahu ini. Bingung harus berbuat apa. Muara ini begitu membingungkan. 

Sebentar saja, aku merasa Tuhan telah memberikan petunjuk. Sebentar saja aku mencoba mengikhlaskan pulau impian itu. Namun sekian detik kemudian, aku seolah mendapat petunjuk lagi. Ya Tuhan, hingga hari ini aku terus bertanya, kemanakah arah yang harus kutempuh?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s