Malam Keempat Belas

Matahari telah terbit dan tenggelam empat belas kali

Empat belas kali juga malam telah datang dan pergi

Kebelakang, aku menengok kembali

Apa saja yang telah tejadi di awal tahun ini

Pantai pertama di awal tahun, telah berlalu, terlewatkan

Sebenarnya aku telah mendapatkan izin singgah,

Namun apalah daya, perahu ini malah memilih berbelok

Apalah daya, harapan belum dapat terpenuhi

Hanya untuk sekedar singgah di pantai itu

Sudah ku bahas terkait pantai

Hanya pelepas penat

Dalam waktu sesaat

Sama sekali tak tetap

Hanya memoroti waktu,

terusir dalam sekejap

Sudah, terkait pantai itu, sudah hilang di belakang

Setidaknya aku bisa sedikit menerawang

Walau rencana pertama harus dilupakan,

 hilang, terbang melayang

Waktu berteriak lantang,

Menyuruhku lintang pukang

Karena irama ombak makin menegang

Bersegeralah, mendayung, menuju seberang

Lima kali purnama lagi

Perjalanan ini akan begitu singkat

Meski kutahu akan terasa berat

Menjawab pertanyaan yang senantiasa datang,

 Untuk apa, kemana,

Bagaimana, dan kapan harus kembali

Bahan bakar ini, semakin menipis

Kemana lagi harus mengais

Yang kerap datang hanya gerimis

Aku harus bersegera, sebelum semua habis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s