1 Januari 2017,

Suara letupan percon bersahut-sahutan,  diiringi dengan suara detak jarum jam milik penduduk seluruh dunia. Pukul 0:00 Waktu Indonesia Barat,Indonesia, 1 Januari 2017.

Aku menghela nafas. Dalam hati mengucapkan selamat datang pada 2017. Bukan layaknya orang-orang yang menyambut dengan gembira, aku menyambutnya dengan biasa saja. Entah mengapa ada sedikit kekhawatiran di benak ini. Kekhawatiran akan segala hal, sulit dijabarkan.

Sekali lagi, aku membaca Direct Message yang ia kirimkan lewat instagram. Aku tersenyum hambar, sulit dijelaskan. Seketika kuhapus percakapan kami, hilang, tak terbekas sama sekali. Aku harap ia tak menggangguku lagi, mengganggu hatiku khususnya.

Menghapus percakapan saja tak cukup. Masih ada sekian kemungkinan ia muncul lagi. Namun aku tak ingin terlalu kejam, ya bagiku itu cukup kejam, aku  tak ingin diperlakukan seperti itu. Tapi apalah daya, jika hanya mengganggu.

Kemudian ku non-aktifkan akun instagramku sementara. Aku harap ia tidak muncul di facebook atau media lain. Semoga saja.

Seluruh penghuni rumah telah tidur pulas. Tinggal aku sendiri. Mungkin mereka benar-benar lelah dengan pesta bakar jagung yang kami adakan tadi. Aku pun memilih untuk menyusul, menyusul mereka tidur.


Tidak ada lagi instagram yang senantiasa menguras waktuku. Juga path, atau media sosial lainnya, kecuali line. Segala aktivitasku terpusat disana. Informasi sekolah, kelas, ataupun komunikasi personal lainnya, hanya lewat line. Dan untungnya, dia ak pernah muncul di line.

Aku mengsisi hari pertama ini dengan sedikit jenuh, namun tetap bersemangat. Karena pada tahun ini, perjalanan paling hebat sepanjang hidupku akan dimulai. Jawaban mengenai pertanyaan apa, bagaimana, dan kemana yang senantiasa hadir, sejak kecil.

Pada tahun inilah, Tuhan akan menjawab. Entah langsung dijawab atau belum, namun aku harap segera. Sungguh diri ini muak bertanya, bertanya tentang jati diri. Kesana kemari mencari jawaban tentang apa, bagaimana, dan kemana hidup ini.Tahun inilah Tuhan akan memberikan keputusan-Nya mengenai tiga pertanyaan tadi. Dan jawaban itu akan mempengaruhi hampir dari separuh perjalanan hidupku, yaitu masa depan. “Apa, bagaimana, dan kemana, Ya Tuhan?.


Dengan hati getir, aku menaiki perahu yang sudah lama berlabuh di pulau ini, hampir tiga tahun. Maestro, nama perahuku, ia tersenyum memberikan isyarat, bahwa aku harus mulai pergi meninggalkan pulau ini. Aku membalas senyuman perahu dengan mantap, duduk, memejamkan mata, mengucapkan “Bismillah”. Berdoa dengan sepenuh hati, berharap perahu ini akan selamat sampai tujuan, yang entah dimana.

Sekali lagi, aku menengok ke belakang. Pulau yang cukup megah ini, akan mulai kutiggalkan. Pulau ini masih sangat dekat, namun ia akan makin jauh seiring berjalannya waktu, berirama dengan arus air di laut ini.

Izin sewa di pulau ini akan segera habis. Oleh karena itulah aku mulai beranjak menjauh. Agar ketika masa sewa habis, aku tak terlalu lama mencari pulau baru. Semoga saja pulau keempatku ini sesuai dengan keinginan hati, sesuai dengan arah yang ingin dituju. Meskipun arah yang kuinginkan belum sepenuhnya jelas, mungkin akan ada persimpangan nantinya.

Kuamati lamat-lamat pulau ketigaku ini, Sekolah Menengah Atas. Ribuan kata untuk medeskripsikannya. Perantauan, perjuangan, remaja, dan banyak hal lagi untuk menggambarkannya. Meskipun tidak sepenuhnya berwarna baik. Ada noda-noda yang kurang menarik dipandang. Semua warna berperan dalam kertas masa SMAku. Namun yang jarang berperan adalah warna cinta, tak terlukis di kertas ini.

Dan noda-noda yang kurang menarik itu, aku ingat-ingat lagi. Meskipun hati bertanya “untuk apa?”. Namun akal tak ingin kalah. Mungkin hati benar, tak ada gunanya mengingat noda-noda itu, sehingga baru beberapa menit mengingatnya, akal memilih untuk menyerah.

Aku hanya terduduk diam di perahu biruku ini, perahu kehidupan. Aku belum sanggup mendayung hari ini. Mungkin esok-esok, ketika masa sewa pulau ini akan habis. Aku akan mendayung, perlahan namun pasti. Semoga tak banyak ombak yang menghadang perjalanan. Sekali lagi, “Bismillah”

2 Januari 2017

3 Januari 2017

10 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s