Hari Keempat

17 Maret 2016, 

Hari keempat, aku tak dapat memaksimalkan usahaku disini. Banyak waktu yang telah kusia-siakan. Tetapi aku tetap bersyukur, badanku cukup sehat untuk kembali ke kelas ini lagi. Menimba ilmu, memanfaatkan setiap kesempatan yang aku miliki. Aku mencoba untuk kembali fokus meskipun badanku masih menggigil. Aku ingin memberikan usaha terbaik yang dapat kuberikan. Apapun hasilnya nanti, aku tak ingin menyesal karena usahaku yang belum maksimal.

Namun, ada yang mengganggu semangatku. Peringkatku di kelas itu sangat memalukan. 18 dari 24 orang. Entahlah, aku semakin tak bersemangat. Terbanting, ya mentalku terbanting saat itu. Bagaimana mungkin aku bisa lolos OSP? Raehan dan Ilham saja menempati perngkat 10 besar, sangat jauh dariku. Saat itu, aku tak berharap banyak lagi. Seketika semangatku surut. Tenggelam ditelan ombak ganas. Maafkan aku, ma, pa. Aku tak dapat berusaha maksimal. Benar-benar tak maksimal.

“Hari itu, aku meminta maaf kepada orangtuaku. Aku tak dapat menjanjikan apapun dari perlombaan ini. Aku menyesal, tak dapat memaksimalkan biaya yang telah mereka keluarkan untuk pelatihan ini. Aku menyesal, sakit ini telah menghancurkan konsentrasi belajarku disini. Tak ada lagi yang mampu kuucapkan selain maaf”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s