OSN : Day 6 (Penutupan)

20 Mei 2016,

Hari ini, adalah hari pengumuman OSN. Aku tak gugup, karena aku tau bahwa medali itu bukanlah untukku. Aku yakin. Hari ini, kami mengenakan baju adat dari provinsi masing-masing. Mei berkata bahwa teman-teman sekolahnya diminta Diknas untuk datang. Aku pun tak tahu apakah teman-teman dari sekolahku juga datang atau tidak.

Ternyata, teman-teman dari sekolahku datang. Kak Hardi, Kak Iqbal, dan Kak Della juga hadir saat itu. Aku malu, malu untuk menemui mereka. Aku bertanya-tanya, siapa saja yang datang itu. Akhirnya aku mengetahu bahwa yang datang itu dari kelas XI.1, XI.2, dan XI.3. Beruntung sekali Ilham, teman sekelasnya datang, entahlah.

Pengumuman telah selesai. Aku bingung, harus berbuat apa. Harus kemana, menemui siapa. Kami dipersilahkan untuk bubar. Aku keluar, bersama Mei. Hampa. Tak tahu harus kemana. Kami pun menuju ke tempat dimana anak astronomi disuruh berkumpul. Namun hanya ada beberapa orang saja disana. Yang lain, sibuk berfoto dengan teman-teman sekontingen mereka, mungkin, entahlah. Mei ingin pergi jalan-jalan dahulu dan tidak ingin ikut naik bus ke hotel. Aku pun memutuskan untuk tidak ikut. Disana ada Nada, aku mengajaknya untuk membeli souvenir di seberang PSCC. Ia pun mau. Aku membeli souvenir gantungan kunci untuk teman-teman sekelasku. Aku ingin dikenang, aku ingin semua teman sekelasku juga merasakan OSN, bukan hanya aku.

Ternyata, bus kami sudah hampir berangkat. Aku pun segera menuju ke bus 2. Disana, banyak mendung. Teman-teman satu busku banyak yang murung. Viola, Jane, Agnes, dan lainnya, mendung. Aku pun ikut mendung selama di perjalanan. Tak seperti biasanya, tak secerah hari-hari kemarin, perjalanan kami begitu mendung saat itu. Perjalanan terakhir kami, bersama, naik bus.

Sesampainya di hotel, kami berkumpul di markas kami, seperti biasanya. Tak ada lagi Pak Yose saat ini, moodbooster kami. Beliau telah berangkat pukul 4 tadi. Gonna miss you, Pak Yose. Di markas, tetap mendung, terutama teman-temanku yang perempuan. Hanya ada 3 medalis perempuan, yaitu Febi, Atta, dan Aryana. Oleh karena itulah, mengapa kami begitu mendung malam itu. Perpisahan, saat itulah perpisahan kami.

“Aku beruntung, pernah menjadi teman kalian. Satu tim, satu ruangan, satu rasa, satu duka, satu suka. Kita, 84 orang, dari 34 provinsi, Tim Astronomi 2016, pernah berjuang bersama,”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s