OSN, I dedicated to

https://3.bp.blogspot.com/-P818owtDUXo/V2-sPFsS2TI/AAAAAAAAA6A/nNct5B6adQMLZ9-cnUPvQh-RnDoiQTUdACLcB/s400/

Aku mendedikasikan OSN ini kepada:

  • Orangtua
Mama dan papa, tanpa mereka berdua, apalah aku. Doa-doa dari mereka setiap malam, mengiringiku, menenangkanku, menyelamatkanku. Aku ingat betul bagaimana sedihnya hati papa ketika melepas anak perempuan satu-satunya untuk pergi merantau. Papa beralibi bahwa papa tidak yakin aku dapat hidup mandiri. Padahal aku tahu, papa berat melepas gadisnya pergi. Mama, aku tahu betul bagaimana mama ingin dibuat bangga karenaku. Aku tak pernah menorehkan prestasi apapun, sedikitpun selama di SMA. Mama pernah mengungkapkan keinginannya itu di suatu hari. Meski terlihat bercanda, namun aku tahu, itu serius. Sejak hari itu, perkataan itu selalu membayangiku. OSN ini bukanlah puncak dari prestasiku. Tapi ini dedikasiku, kepada mereka yang jauh di rumah. Ini adalah salah satu caraku untuk menjaga amanah mereka, membayar keringat dan pengorbanan mereka, walaupun tak kan pernah terbalaskan, aku tahu itu.
Terimakasih mama dan papa, untuk segalanya. Untuk setiap doa yang kalian panjatkan,untuk setiap tetesan keringat yang mengalir di darahku, di darah kita. Untuk setiap airmata yang telah terjatuh karena aku, karena Reyhan. Untuk setiap pengorbanan, biaya, yang telah banyak kalian berikan untukku. Inilah salah satu bentuk dedikasiku, yang aku tahu tak kan pernah cukup.
  • Pak Rudi
Aku juga ingin mengucapkan ribuan terimakasih kepada pembinaku, Pak Rudi. Guru yang terlihat lebih bersemangat agar kami menang. Guru yang mengorbankan keringatnya, setiap harinya, menasihatiku, membangun semangat baru. Dari pagi hari, hingga pulang sekolah, Pak Rudi sungguh bersemangat mengajariku. Mengangkatkan kursi, meja, untuk menempatkanku di ruangan khusunya di A11. Bolak balik dari tempatnya mengajar ke tempat kami. Mengarahkanku, apa yang sebaiknya harus kupelajari. Memberikan berpuluh-puluh slide dan ppt astronomi yang beliau punya.
Dan ketika kami berhasil, di panggil di lapangan upacara. Beliau hanya tersenyum, bangga pada kami. Ribuan terimakasih tidaklah cukup. Pak Rudi begitu sabar. Menghadapiku dan Ilham. Memberikan toleransi kepada Ilham yang jarang mengikuti pelatihan. Juga terhadapku yang sesekali kehilangan semangat untuk mengikuti pelatihan, Pernah suatu hari aku tak datang ke ruangannya dan memilih untuk belajar di kelas. Padahal itu tidak diperbolehkan bagi kami yang masih menjadi siswa olimpiade. Saat itu aku rindu, rindu akan keramaian kelasku. Bukan hanya duduk, sepi, membisu.
Pak Rudi telah banyak menemukan bintang. Olimpiade astronomi adalah olimiade yang cukup jarang peminatnya. Oleh karena itulah sebagai pembina olimpiade, ia mencari kesana kemari siswa yang mau mencoba ikut seleksi menjadi tim. Itulah mengapa ia sungguh terkesan ketika aku menadtarkan diri pada olimpiade yang jarang diminati di sekolah ini. Meskipun terkadang Pak Rudi membeda-bedakanku pada Ilham yang sudah meraih juara 1 osk tahun kemarin, tapi tak masalah. Aku semakin termotivasi untuk membuktikan kepada Pak Rudi bahwa aku bisa sama seperti Ilham, mungkin.
  • Nenek
Kepergian nenek satu minggu setelah aku seleksi OSK adalah hal yang sulit untuk kulalui. Kala itu aku sedang bersedih, terpuruk, menangis, namun kesempatan itu datang. OSN, hal yang selalu kuceritakan pada nenek. Betapa aku ingin hal itu, sejak SD. Wajah neneklah yang terlihat paling sumringah ketika aku meraih sesuatu. Neneklah yang terlihat paling bangga. Dan aku tahu, setiap nenek berdoa untukku, untuk kami semua. Nenek berdoa agar aku dapat menjadi penerang keluarga kami. Dan sekarang, aku telah menjadi bintang itu, penerang kegelapan keluarga kami. OSN ini sedikit menghibur keluargaku di tengah kepergian nenek.
Sebelumnya, nenek menunggu-nunggu pengumuman hasil OSKku. Sayang, pengumuman itu keluar satu hari setelah nenek meninggal. Nenek tak melihatnya lagi, di dunia ini. Aku masih teringat bagaimana nenek menunggu-nunggu aku pulang selesai lomba saat smp ataupun sd. Terkadang aku membawa piala, piagam, terkadang pun tidak. Aku ingat betul betapa senangnya wajah nenek saat itu. Nek, ini OSN yang hampir setiap pulang aku ceritakan. Aku telah berhasil, sungguh pendakian yang melelahkan. Aku berjanji, aku akan menjadi penerang keluarga ini, dengan caraku sendiri.
  • Chelien
Ya, dia adalah peri bintang yang sering aku ceritakan. Dia adalah orang yang pertama kali mencetuskan kata astronomi dalam hidupku. Sebelumnya, aku tak pernah terpikir untuk memilih astronomi, kenalpun tidak. Namun dia datang, memulai kisah ini. Sebagai peri bintangku, aku selalu mengadu, curhat, dan meminta nasihat kepadanya. Aku mengadu betapa melelahkan dan kejamnya dunia olimpiade. Ia pun menyihirnya dengan kalimat motivasi yang tak kudapatkan dari orang lain. Ia menyihir apa yang kulihat menakutkan, terlihat buruk,

menjadi sesuatu yang terlihat menyenangkan. Dia mengubah pola pikirku, pandanganku yang terkadang negatif dalam menyikapi suatu hal. Dia juga menjadi petunjuk ketika aku kehilangan arah, kehilangan semangat. Ia hadir menunjukkan arah mana yang harus kupilih. Kalimatnya, ketegarannya dalam menyikapi suatu hal, menyelamatkanku. Terimakasih Chelien. Inilah astronommu, dan akan tetap menjadi seorang astronom di hatimu, selamanya.

Aku mendidikasikannya untuk lima orang itu. Selain itu, aku juga ingin mengucapkan terimakasih kepada:

  • Kepala Sekolah dan guru-guru
Terimakasih kepada kepala sekolahku yang telah mengapresiasi prestasi yang telah kami raih. Kami menjadi lebih bersemengat karena berbagai apresiasi itu. Terimakasih juga kepada guru-guru di sekolah yang telah memberikan toleransinya kepadaku. Toleransi ketika aku tidak masuk kelas, terlambat mengumpul tugas, atau nilaiku anjlok. Meskipun aku tau tak akan ada toleransi untuk nilaiku yang anjlok, tapi aku tetap berterimakasih atas setiap toleransi yang bapak dan ibu guru berikan.
  • Maam Wydia Grantina
Terimakasih banyak kepada Maam Wyd sebagai koordinator olimpiade di sekolah yang telah memberikan banyak perhatian dan waktunya kepada kami. Maam Wyd telah banyak berperan dalam kelancaran olimpiade ini. Terimakasih telah mengurus kami, mengurus tiket pesawat, mengkoordinir biaya pelatihan, dan berbagai kegiatan lainnya yang menyangkut olimpiade.
  • XImpanan 7anda
Terimakasih kepada teman-teman sekelasku yang telah memberikan dukungan dan toleransinya kepadaku. Maafkan aku yang jarang masuk kelas, mungkin tak sampai delapan bulan aku di kelas. Terimakasih telah toleransi kepadaku yang kadang ada dan tiada, kadang hadir kadang kabur. Dan maaf, aku tak mengikuti FD, event yang menjalin kebersamaan dengan teman sekelas. Maafkan aku yang jarang mengikuti event-event dan pertemuan-pertemuan lain. Aku sadar, telah banyak yang kutinggalkan karena dunia olimpiadeku. Terimakasih.
  • Monica, Muna, dan Devi
Terimakasih kepada kalian bertiga selaku kos-mateku. Terimakasih telah menjadi teman dan penganggu (khususnya Devi) ketika aku belajar di kosan. Tanpa kalian, mungkin hari-hariku tak kan berwarna. Dari pagi hingga sore aku diasingkan, tanpa teman. Dan ketika aku pulang, ada kalian, yang menemani kesepian hatiku ini, elee. Terimakasih atas doa-doa yang telah kalian berikan ketika aku memintanya, wkwk. Terimakasih,
  • Kak Hardi dan Kak Iqbal 
Terimakasih kepada Kak Hardi dan Kak Iqbal sebagai senior astronomi yang telah membagi ilmu dan pengalamannya mengenai OSN. Terimakasih telah memberikan banyak kontribusi, baik waktu, tenaga, dan perhatian. Terimakasih telah meluangkan waktu untuk datang ke sekolah di tengah kesibukan kalian menghadapi SBMPTN. Semoga kakak berdua mendapatkan apa yang telah dicita-citakan.
  • Candisa dan Ilham
Sebagai partner yang telah menemaniku saat berlangsungnya OSN. Berbagai masalah dan kesulitan dalam berlangsungnya olimpiade ini, kita lalui bersama. Kita melewati banyak lika liku, membawa nama provinsi kita, di mata nasional. Setidaknya kita pernah berjuang bersama.
  • Dhanti dan Opik
Terimakasih kepada Dhanti sebagai teman sekamar saat di Bogor yang telah memberikan banyak bantuan, terutama ketika aku sakit disana. Terimakasih kepada Opik yang telah banyak memberikan bantuan, khusunya memberikan tumpangan kepadaku untuk pergi ke bandara dan asrama haji. Terimakasih kepada keduanya atas dukungan dan semangat yang telah diberikan. Semoga kita semua dapat menjadi orang yang sukses kedepannya, sesuai harapan orangtua kita
  • Ana, Salwa, Dian, Raehan, Tyrell, Alwan, Dzakwan
Sebagai partner yang sama-sama berjuang menghadapi OSP. Terimakasih atas kebersamaan yang telah kita lalui selama di perpus, dan saat pelaksanaan OSP. Kalian tidak akan terlupakan. Semoga kita semua dapat lebih sukses kedepannya.
  • Teman-teman yang telah mendukung dan mendoakan
Maaf karena tak dapat menyebutkan satu persatu. Terimakasih atas doa yang dengan tulus kalian berikan kepadaku, kepada kami. Tanpa doa dari kalian, aku bukanlah apa-apa. Terimakasih atas dukungannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Orang yang pernah menggores luka
Dan yang terakhir, aku mengucapkan terimakasih kepada kalian yang telah menggores luka di hati. Karena kalianlah aku menjadi lebih bersemangat untuk membuktikan kepada kalian bahwa aku bisa. Terimakasih banyak. Inilah aku, yang sampai kapanpun tak dapat menjadi orang lain.
Selama sebelum OSN,  aku seringkali menonton video ini dan selalu menangis. Karena aku tau rasanya ‘berjuang’
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s